Rabu, 17 April 2013

ARTI KEINDAHAN


Keindahan biasanya diartikan sebagai sesuatu yang indah, tak ada cacat celanya, bersih, mulus, mempesona sempurna, mengagumkan, lainya, memiliki daya tarik, dan sebagainya.itulah inti kesan tentang keindahan yang tercetus melalui desah ucapan; oh, alangkah indahnya.

Dalam hukum keindahan, keindahan itu sendiri relative sifatnya,berubah-ubah, dan selalu disesuaikan atau dihentikan penilaiannya oleh dan dengan selera pengagum keindahan tersebut. Menurut si A, sesuai lukisan itu indah, namun si B, mengatakan lukisan itu tidak indah. Sejauhmana perbedaan pengamatan jurus pandang antara si A dan si B terhadap suatu lukisan? Jawabanya ditentukan oleh selera masing-masing.

Bahasa tentang  pengertian keindahan terkait erat dengan visualitas dan perasaan. Dalam hal ini terdapat semacam gerak bersamaan  secara refles antara pandangan dan penglihatan dengan perasaan. Misalnya,sesuatu lukisan itu indah.begitu mata melihat lukisan itu, otomatis perasaan pun turung terlibat spontan menyatakan indah.
Laurence M. gould mengutip pendapatnya coleritge dalam wukmir dan gopinatha (1981;43) sebagai berikut; ‘’keindahan adalah kesatuan dan keanekaan’’.jika melihat adalah kasatuan, maka mungkin yang dimaksud adalah pengamatan,perasaan,pemikiran, dan penginderaan pandangan serta sasaran tujuan, kepada obye yang dikatakan indah. Selanjutnya keanekaan keindahan, mungkin juga yang dimaksud adalah berbagai macam bentuk keindahan yang tercakup di dalam sejumlah obyek yang dikatakan indah.
Dalam pengertian structural pada garis besarnya keindahan terdiri dari keindahan alami dan keindahan non alami. Keindahan alami adalah keindahan

Diluar campur tangan manusia, misalnya keindahan sang surya menjelangsenja terbenam di ufuk barat, indahnya kemilau air laut tersentuh cahaya bulan purnama di malam hari, kemilau titi-titik embun dipagi hari dan seterusnya.
Campur tangan manusia terhadap keindahan alami dimungkinkan hanya terjelma dalam bentuk karya seni (seni suara, seni music, seni tari, seni sastra, seni lukis, seni ukir, seni pahat).karena keindahan alami adalah keindahan ciptaan maha pencipta,maka kemampuan manusia terbatas pada mengagumi sempanjang ia masih mengakui kebesaran dan keagungan maha cipta.
Keindahan alami tak dapat dipoles karena esensi ;’’indah’’ terlatak didalam keindahan iti sendiri bukan diluarnya.itulah sebabnya keindahan alami hanya terjangkau oleh kepekaan rasa yang mendalam, tak dapat dirubah dan berubah, kecuali oleh sifat alaminya sendiri. Misalnya dimalam hari  langit yang cerah bertaburan bintang gemerlap sangat indah. Tiba-tiba langit menjadi gelap, awam menebal pertanda hujan lebat akan turun. Itulah salah satu kemuskilan dari kaindahan alami.
Keindahan non alami adalahkeindahan yang mengada dengan sengaja karena campur tangan manusia. Dari kaindahan alami ditransfer kadalam bentuk keindahan non alami melalui kemampuan peniruan manusia. Dalam hal peniruan manusia itu, selalu didukung oleh kekuatan imajinasi dan ispirasi, ketekunan, serta kemampuan daya serap sehingga menghasilkan suatu karya yang dapat mengalihkan wujud keindahan alami ke dalam kanvas (seni lukis),ritma-ritma dalam bentuk lagu (seni suara), susunan kata puisi (seni sastra) dan sebagainya.

Walaupun tidak seasli keindahan alami yang sebenarnya, namun kemampuan manusia (para seniman) mentrasfer keindahan alami ke dalam berbagi wahana seni, hal itu telah berupakan suatu reduplikasi kepuasan seni (the art of the reduplications pleasures) di dalam menghargai dan mengagumi serta menghayati keindahan alami sesuai aslinya.
Keindahan non alami sebagai suatu fenomena, final estimasinya teresap di dalam hasil karya sebagai reaksi dari meleburnya visi (pengamatan) dan penginderaan agar menghasilkan kesesuaian yang terpadu  atau kemiripan yang persis,antara keindahan alami dengan keindahan non alami.

Di sisi lain, keindahan non alami sifatnya tidak konstan, juga tidak mengandung keabadian, sehingga melahirkan sejumlah aliran dalam arena seni misalnya futurism, dadaisme, ekspresionisme, pluralisme, natularisme, country, blues, rock, slow rock, dan sebagainya. Selain itu, keindahan non alami didominasi oleh pengkaryaan manusia sehingga menempatkan obyek di dalam keindahan non alami dalam lingkup berbagai dimensi bercorak sektasis spektakuler.
Hal ini yang menyebabkan karya-karya seni corak serta motif lebih diwarnai sekaligus ditentukan oleh dan bersumber dari hasil inspirasi imajinatif si pengkarya, tanpa terikat oleh aturan-aturan yang sangat dipaksakan berasal dari kekuasaan dan tirani, misalnya lukisan bercorak karikatul, puisi-puisi atau lagu-lagu bertema dan bernada ironis, terkadang sarkasis. Inilah salah satu kemampuan para seniman mentransfer keindahan alami ke dalam lingkup keindahan non alami.

Sumber : http://www.katailmu.com/2013/03/pengertian-keindahan.html


AKU DAN PENDERITAANKU

Saya akan menceritakan tentang kejadian yang menurut saya merasa menderita, tapi gak dibilang kaya gitu juga. Menurut saya penderitaan saya selama saya hidup sampai sekarang banyak. Tapi disini saya akan menceritakan yang menurut saya menarik saja.
            Penderitaan saya karena saya tidak masuk universitas negeri, pertama saya SMA sebenernya saya sudah ada target untuk masuk univeritas negeri, saya bener bener belajar dengan giat, saya juga rajin untuk aktif dalam hal pelajaran yang guru berikan kepada saya. Saya inget sekali pada saat UN yang saya hadapi pada waktu itu. berusaha keras dalam kegiatan belajar dan selalu saya rajin dalam hal les di luar sekolah. Setelah UN sudah selesai, saya sudah ada target untuk masuk universitas negeri mana pun. Tapi dalam menempuh untuk bias tercapai, saya juga harus belajar dengan giat dan tekun. Setiap hari saya selalu belajar dengan focus. Pada akhirnya saya tidak bias masuk universitas negeri gara gara saya sakit TIPES dan DBD yang saya alami pada saat tes masuk universitas negeri.
            Tapi pada saat itu saya ikut tes SMPTN Tertulis tapi saya tidak lolos dan saya gagal. Saya pun tidak menyerah begitu saja. Saya juga sebenernya pada saat tidak masuk atau tidak lolos dalam SMPTN Tertulis dalam hati saya sebenernya ingin mengikuti ujian mandiri yang diadakan setiap universitas masing masing. Setelah saya menunggu lama untuk ujian mandiri yang diadakan universitas masing masing, tak sadar ternyata kesehatan saya terganggu gara gara saya harus dirawat dirumah sakit selama seminggu lebih karena saya terkena penyakit DBD dan TIPES. Perasaan saya sangat sedih karena saya tidak bias mengikuti ujian tersebut .
            Karena saya sangat ingin sekali masuk universitas negeri, orang tua saya mengizinkan sekali kalo saya ikut ujian tersebut tapi dengan syarat kalo inpus yang selama ini saya pakai dirumah sakit harus tetep terpasang. Sebenernya saya malu aja ada inpus di tangan pada saat saya ujian mandiri, tapi gak apa apa kalo saya memakai itu pada saat ujian nanti. Setelah ujian selesai, ternyata saya tidak lolos ujiannya. Hati saya bener bener sangat kecewa banget dan saya ngerasa kalo saya nanti akan membebani orang tua saya. Sebenernya orang tua saya sangat mendukung sekali dalam hal apa saja yang penting untuk kebenaran saya dan kebaikan saya. Tapi saya sudah mengecewakannya.
            Pada saat itu saya bener bener tidak putus asa, saya juga tidak mau mengulang satu tahun gara gara tidak lolos dalam ujian mandirinya. Tapi pada saat sebelum ujian mandiri diadakan saya mendapatkan surat undangan dari universitas gunadarma. Awalnya saya gak percaya kenapa saya bias dapet, karena saya adalah orang biasa saja. Ternyata pas saya buka ternyata surat tersebut isinya bahwa saya mendapatkan beasiswa dari universitas gunadarma. Dari surat tersebut saya bener bener seneng sekali dan saya berniat  bersungguh sungguh untuk belajar dan mendapatkan ip yang bagus di universitas gunadarma. Akhirnya saya sadar kalo yang kita inginkan itu gak selamanya tercapai. Semuanya sudah ada jalannya masing masing, tetapi tergantung yang menjalaninya. Saya juga sangat suka dengan universitas gunadarma karena gundar IT nya bener bener bagus dan favorit saya selama ini karena saya ingin mengambil jurusan TI ( teknik informatika ).

Kamis, 28 Maret 2013

SUKU BONAI


Asal usul suku Bonai sendiri tidak diketahui secara pasti, karena yang tertinggal hanya beberapa cerita rakyat di kalangan mereka sendiri.
Konon pada masa lalu ada dua orang Sultan bernama Sutan Harimau dan Jangguik yang berasal dari Tapanuli Selatan dikarenakan pemanggilan Sultan diubah menjadi Sutan, Pada saat Sutan Harimau menjumpai kampung-kampung yang enam tersebut dihantarkanlah satu orang setiap kampung yang sudah dihuni sebelumnya oleh orang Sakai. Kampung enam tersebut adalah 1. Bonai atau disebut juga Kampung Nogori, 2. Sontang, 3. Torusan Puyuh, 4. Titian Gadiang, 5. Toluk Sono (Kasang Mungkai), 6. Sungai Murai (Muaro Dilam) (sekarang termasuk ke dalam kecamatan Bonai Darussalam).

Lalu ke 6 kampung ini pun berkembang setelah kehadiran Sutan Harimau. Keturunan kampung nonom tersebut ada yang merantau hingga ke kalimantan dan diperkirakan ke Brunai Darussalam sekarang, menurut cerita turun temurun nama Brunai darussalam berasal dari Bonai Darussalam berdasarkan daerah asal orang Bonai.

Suku Bonai yang dibawa oleh Sultan Harimau dan Janggui tadinya diperkirakan telah beragama Islam, namun dari beberapa penutur diperkuat dari cerita yang disampaikan T. Khairulzaman, nenek moyang mereka ini adalah dari suku Sakai-Bonai yang menempati daerah sekitar pedalaman Tanjung Pauh, dan antara Toluk Sono dan Sontang, mereka ini tidak mau memeluk Islam. Pertama mereka masuk melalui daerah Deo Limbuk, sebelumnya mereka memasuki daerah ini sesuai cerita asal usul nama Ulak Patian. Daerah Deo Limbuk terletak 3 km dari Ulak Patian sekarang, merupakan daerah dataran tinggi namun bisa terendam banjir pada saat air dalam.

Dari mana mereka ini ?
Berawal dari Dua orang Sultan yang membawa enam orang dari aceh, Menghului Sungai Rokan, setiba di Kualo Sako, dilakukan pembagian harta, namun tersisa satu meriam, untuk keadilan di jatuhkan ke kualo, itulah yang menjadi buayo putieh penunggu kualo sako, yang diyakini oleh masyarakat poikan (pencari ikan)
Saat kedua kelompok ini melihat ada tungkul jangung hanyut dari Rokan Kiri, maka mereka memberikan tamsil, bahwa sungai yang kiri ini ada penghuninya, sudah barang tentu banyak masyarakatnya dan banyak ragamnya, untuk itu dikirimlah Sulatan Harimau yang lebih memiliki kekuatan atau ilmi kebatinan, (Sulatan Harimau dan Sultan Jangguik pemeluk Islam utusan Sultan Mansursyah I dari Melaka dengan tujuan mengembangkan Islam, Sejarah Kuntodarussalam, 25, Muchtar Lutfi, eds, 1977:169),

Urang Bonai (orang Bonai) di Ulak Patian
Asal-Usul suku Bonai di Ulak Patian berasal dari kampong nonom di Rokan Kiri kecamatan Bonai Darussalam. Masyarakat suku Bonai di sana mengatakan, bahwa mereka berasal dari Bonai Onom Batin dari kampung Titian Gadiang, sei. Murai dan Rao-rao (kampung letaknya kualo sako) datang secara berkelompok sekitar tahun 1935 dengan mendaulatkan seorang Bogodang bernama Mudo Kacak, mereka ini adalah suku Bonai yang belum beragama Islam.

Suku Bonai berada dalam budaya dan tradisi Islam suku Melayu, yang akhirnya membawa mereka memeluk agama Islam. Sehingga saat ini hampir secara mayoritas masyarakat suku Bonai telah memeluk agama Islam. Walaupun begitu beberapa tradisi adat lama mereka, masih tetap dipertahankan.
Beberapa tradisi dan budaya suku Bonai, adalah :
·Tari Buong Kwayang, tari pengobatan tradisional yang dikemas dalam tari tradisional, tari ini telah menyerap syair bernuansa Islam (syair pembuka;salamualaikum sibolah kanan, salamualaikum sibolah kiri)
·Cegak, (awang-awang, selesai, baju), semacam tarian dalam acara perhelatan perkawinan dan hari besar lainnya, di mana beberapa orang membaluti tubuhnya dengan latah (sampah daun) daun pisang kering, lalu menari-nari yang diiringi oleh musik Gondang Borogong.
·Tahan Kuli, sejenis acara adat (mirip debus) yaitu melukai diri tanpa bekas
·Lukah Gilo, lukah yang menggila yang dipegang oleh beberapa orang.
·Tahan Kulik, adalah penyaluran kebatinan bodeo dalam tradisi Islam (Silek Bangkik, Silek 21 hari dan Jonkobet).
·Koba,

Makanan khas Urang Bonai Ulak Patian, adalah:
·Anyang Kalu, ikan kalu yang di iris-iris tubuhnya dan dicelupkan sesaat dalam air yang mendidih, lalu di peraskan kulit kayu bintungan yang sudah ditokok (rasanya kolek), lalu digiling spodeh, cabe, dan disiram dengan asam limau, boleh dioleskan ke ikan dan boleh tidak.
Makanan ini adalah khas Ulak Patian, dahulu dijadikan hidangan penyambut tamu terhormat.

Setelah masuknya agama Islam ke dalam masyarakat suku Bonai, maka sebagian dari mereka pecah masuk menjadi beberapa suku yang diakui oleh kerapatan adat Luhak kepenuhan, yaitu
·Suku Molayu Panjang,
·Suku Molayu Bosa,
·Suku Kandangkopuh,
·Suku Bono Ampu,
·Suku Kuti,
·Suku Moniliang
Adat Perkawinan umumnya seperti yang dilakukan oleh adat-istiadat Luhak Kepenuhan, sedikit-sedikit membawa cara Bodeo, hanya sebagai tambahan dan pelengkap perayaan perkawinan.

acara tari Kwayang suku Bonai
Masyarakat suku Bonai berbicara dalam bahasa Bonai, yang menurut para ahli bahasa dikelompokkan ke dalam Rumpun Bahasa Melayu. Bahasa Bonai sekilas mirip dengan bahasa Melayu, tetapi beberapa perbendaharaan kata juga mirip dengan bahasa Batak Mandailing dan bahasa Minangkabau.

Saat ini kehidupan masyarakat suku Bonai sebenarnya telah banyak mengalami kemajuan dalam berbagai sektor, seperti pendidikan dan kesehatan, tetapi di beberapa desa masih dalam kondisi kurang layak. Kehidupan sehari-hari masyarakat suku Bonai, sebagian mencoba berprofesi sebagai petani di ladang, dan bercocok-tanam sayur-sayuran serta buah-buahan. Beberapa hewan ternak juga menjadi pilihan mereka untuk menambah penghasilan mereka.

sumber:
·onlineallarticles.blogspot.com
·rokan.org
·wikipedia

http://protomalayans.blogspot.com/2012/08/suku-bonai.html
http://rokan.org/?Rokan:Sakai_-_Bonai

Selasa, 26 Maret 2013

PUISI HUBUNGAN MANUSIA DAN CINTA KASIH


Aku Merindukanmu

Putaran waktu berjalan
Setiap detik berlalu dengan cepat
Melihat wajahmu seorang
Hanya tatapan kosong yang ada didalam bayanganku

Tak kusangka hanyalah ilusi yang ada
Dan tak kusangka hanyalah ingatan yang ada
Hanya itu yang aku alami setiap waktu
Lama tak bertemu denganmu

Disaatku terjatuh, kau tidak merasakan
Disaatku merindukanmu , kau tak sadar
Hanya waktu yang melihat itu semua
Dan tak seorang pun yang mengetahuinya

Angin bertiup kencang
Membawa kerinduan yang ada dalam bayanganku
Tak ada lagi ingatan semua tentangmu
Waktu yang membuat itu semua hilang

Selasa, 20 November 2012

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL


BAB I

PENDAHULUAN



1.1   Latar Belakang

Manusia sebagai Makhluk Sosial, bermula dari kemampuan yang terbatas timbullah sifat membutuhkan bantuan orang lain kemudian dengan sendirinya hidup ini harus bergaul dengan masyarakat agar kesatuan sebagai individu ataupun sebagai warga Negara bisa saling meringankan beban satu sama lainnya. Agar dinamika kehidupan ini tidak terlalu berat untuk dijalani. Disitulah pentingnya manusia lain dalam kehidupan kita.

Dari segi inilah dapat dikatakan manusia tidak dapat hidup sendiri. Setiap individu pasti membutuhkan individu yang lain dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sebagai upaya adaptasi dan pemanfaatan lingkungan. Macam-macam kebutuhan hidup antara lain: kebutuhan biologis, kebutuhan sosial manusia, dan kebutuhan psikologis. Untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan hidupnya maka terciptalah kelompok-kelompok sosial (social group) di dalam kehidupan manusia ini, karena manusia tak mungkin hidup sendiri. Kelompok sosial akan mengalami perkembangan dan perubahan.


1.2   Rumusan Masalah

        Apa yang dimaksud dengan makhluk sosial?
        Tujuan manusia bersosialisasi dengan  manusia lain?
        Apa saja faktor yang mempengaruhi manusia bersosialisasi ?
        Pengertian dan jenis masyarakat ?
        Mengetahui karakter manusia berdasarkan makhluk sosial ?
        Mengetahui akal manusia berdasarkan makhluk sosial ?
        Mengetahui fisik manusia berdasarkan makhluk sosial ?

1.3   Tujuan

        Menjelaskan arti makhluk sosial
        Menjelaskan tentang tujuan manusia bersosialisasi dengan manusia lain
        Menjelaskan faktor yang berpengaruh dalam sosialisasi manusia


                                                                       BAB II

                                                               PEMBAHASAN




2.1 Pengertian Makhluk Sosial

Manusia sejak awal kelahirannya adalah sebagai makhluk sosial (ditengah keluarganya). Makhluk yang tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Manusia memerlukan mitra untuk mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. Sebagai individu, manusia dituntut untuk dapat mengenal serta memahami tanggung jawabnya bagi dirinya sendiri, masyarakat dan kepada Sang Pencipta.
Meskipun banyak spesies berprinsip sosial, manusia sebagai makhluk sosial akan membentuk kelompok berdasarkan ikatan / pertalian genetik, perlindungan-diri, atau membagi pengumpulan makanan dan penyalurannya, manusia dibedakan dengan rupa-rupa dan kemajemukan dari adat kebiasaan yang mereka bentuk entah untuk kelangsungan hidup individu atau kelompok dan untuk pengabadian dan perkembangan teknologi, pengetahuan, serta kepercayaan. Identitas kelompok, penerimaan dan dukungan dapat mendesak pengaruh kuat pada tingkah laku individu, tetapi manusia juga unik dalam kemampuannya untuk membentuk dan beradaptasi ke kelompok baru.
Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia sebagai warga masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan, dia selalu membutuhkan manusia lain. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Dapat dikatakan bahwa sejak lahir, dia sudah disebut sebagai makhluk sosial.


2.2   Tujuan Manusia Bersosialisasi dengan Manusia lain

Tujuan sosialisasi secara esensial (secara pokok) adalah untuk dapat mengantarkan manusia pada kebutuhan dan tuntutan untuk dapat terus bertahan hidup di bidang fisik maupun sosial budaya (Stephan & Stephan, 1990).

Dalam konteks fisik, proses sosialisasi harus dapat membekali manusia dengan kemampuan-kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan biologis dasar yang diperlukan untuk terus hidup dalam lingkungan fisik mereka.

Dalam konteks sosial budaya, proses sosialisasi harus dapat membantu manusia dengan pemahaman tentang sistem norma dan peran yang dikembangkan dalam masyarakat.

Adapun tujuan pokok dari pada sosialisasi adalah :

    1. Memberi ketrampilan yang dibutuhkan seseorang dalam kehidupan ditengah-tengah masyarakat.
    2. Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif.
    3. Membantu seseorang mengendalikan fungsi-fungsi organik melalui latihan-latihan mawas diri
    4. Menanamkan kepada seseorang nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat.

2.3   Faktor yang Mempengaruhi Sosialisasi

Sosialisasi bekaitan erat dengan kepribadian. Hal ini karena kepribadian terbentuk sebagai hasil sosialisasi individu terhadap apa yang ada disekelilingnya seperti nilai, norma, kebiasaan, adat-istiadat kebudayaan.

Ada lima faktor yang menjadi dasar perkembangan kepribadian (sosialisasi) yaitu :

1. Sifat dasar, yaitu suatu sifat dari keseluruan potensi yang diwariskan dari ayah dan ibunya.
2. Lingkungan prenatal, yaitu lingkungan dimana dia sebelum lahir (ketika dia masih didalam rahim sang ibu. Pada saat ini dia dapat pengaruh dari ibunya seperti jenis penyakit, gangguan enduktrin yang bisa mengakibatkan gangguan mental, srtuktur tubuh seperti cacat, kidal, dan sebagainya.
3. Perbedaan perorangan (individu), yaitu bayi yang tumbuh dan berkembang sebagai individu yang unik dan berbeda dengan individu-individu yang lain.
4. Lingkungan, yaitu kondisi disekitar individu yang mempengaruhi rasa sosialisasinya yang meliputi: lingkungan alam, lingkungan kebudayaan, lingkungan manusia lain dan masyarakat disekitarnya.
5. Motivasi, yaitu kekuatan dari dalam individu yang menggerakkannya untuk berbuat sesuatu.

2.4 Pengertian dan Jenis Masyarakat

 Masyarakat itu merupakan kelompok atau kolektifitas manusia yang melakukan antar hubungan, sedikit banyak bersifat kekal, berlandaskan perhatian dan tujuan bersama, serta telah melakukan jalinan secara berkesinambungan dalam waktu yang relatif lama. Unsur-unsur masyarakat yaitu: kumpulan orang, sudah terbentuk dengan lama, sudah memiliki sistem dan struktur sosial tersendiri, memiliki kepercayaan, sikap, dan perilaku yang dimiliki bersama, adanya kesinambungan dan pertahanan diri, dan memiliki kebudayaan.

A.      Masyarakat Setempat (community)

 Masyarakat setempat menunjukan pada bagianmasyarakat yang bertempat tinggal disatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batas-batas tertentu dimana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar diantara anggota-anggotanya, dibandingkan interaksi dengan penduduk diluar batas wilayahnya.

B.      Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota

Menurut Soerjono Soekamto, masyarakat kota dan desa memiliki perhatian yang berbeda, khususnya terhadap perhatian keperluan hidup. Di desa, yang diutamakan adalah perhatian khusus terhadap keperluan pokok, fungsi-fungsi yang lain diabaikan. Lain dengan pandangan orang kota, mereka melihat selain kebutuhan pokok, mereka melihat selain kebutuhan pokok, pandangan sekitarnya sangat mereka perhatikan.

C.       Masyarakat Multikultural

 Perlu diketahui, ada tiga istilah yang digunakan secara bergantian untuk mengambarkan masyarakat yang terdiri atas agama, ras, bahasa dan budaya yang berbeda, yaitu pluralitas, keragaman, dan multikultural.
Konsep pluralitas menekankan pada adanya hal-hal yang lebih dari satu (banyak). Keragaman menunjukan bahwa keberadaanya yang lebih dari satu itu berbeda-beda, heterogen, dan bahkan tidak dapat dipersamakan. Sementara itu, konsep multikultralisme sebenarnya merupakan konsep yang relatif baru. Inti dari multikulturalisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan, tanpa memperdulikan perbedaan budaya, etnik, gender, bahasa ataupun agama. Jadi, apabila pluralitas hanya menggambarkan kemajemukan, multikulturalisme memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama diruang publik.



2.5 Mengetahui karakter manusia berdasarkan makhluk sosial

 Selain sebagai makhluk individu, manusia juga ditakdirkan hidup berdampingan dengan alam semesta khususnya manusia, inilah yang kemudian manusia disebut sebagai makhluk sosial, yang selalu menuntut untuk saling secara timbal balik mengatur dan menjaga sosialitasnya dengan sikap yang indah dalam prilaku teladan yang baik. Dan sebenarnya agamapun juga sudah mengajarkan bagaimana menjaga hubungan baik tersebut.

Kemudian, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku teladan sendiri begitu banyak. Lebih jelasnya akan dibahas sebagai berikut :

1. Pengalaman Pribadi Segala hal yang pernah dialami dan sedang dialami akan membekas dalam diri seseorang, apalagi melibatkan faktor emosional yang mendalam. Pengalaman itu akan sangat kuat membekas dan memberi kesan dalam diri seseorang. Pengalaman seperti itu akan berperan besar menjadi dasar pembentukan sikap dan perilaku. Sikap dan perilaku akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut terjadi dalam situasi yang melibatkan faktor emosional.

2. Orang Yang Dianggap Penting Komponen sosial yang ikut mempengaruhi sikap dan perilakuseseorang adalah orang yang dianggap penting yang berada di sekitar kita.Orang yang dianggap penting ini adalah orang yang diharapkanpersetujuannya bagi tingkah laku dan pendapat kita yang tidak ingin kitakecewakan, atau orang yang dihormati, berwibawa atau ditakuti. Atauyang memiliki arti khusus bagi seseorang. Orang-orang seperti itu akanbanyak mempengaruhi sikap dan perilaku.



2.6 Mengetahui akal manusia berdasarkan makhluk sosial

Akal adalah tenaga pengatur yang sadar sedangkan kemauan adalah intinya Anggapan orang tentang akal bermacam-macam tentunya. Ada orang yang ingin menggunakan akalnya untuk mengumpulkan harta dan kekayaan. Ada yang ingin menjadikannya sebagai gudang ilmu. Ada pula orang yang membiarkan saja akalnya sehingga gersang tak terpelihara, karena menurutnya menggunakan akal berarti memeras otak. Ini adalah penting, dan tentunya anda ingin mengetahui bagimana sebaiknya menggunakan akal. Hal demikian bukanlah yang paling penting dan yang lebih penting adalah mengetahui dulu apakah Akal itu memang bisa dipergunakan. Ibarat pisau yang tumpul adalah alat yang buruk yang tidak dapat dipergunakan serta tidak bermanfaat.



2.7 Mengetahui fisik manusia berdasarkan makhluk sosial

Tubuh manusia berubah mulai sejak berupa sel sederhana yang selanjutnya
secara bertahap menjadi manusia yang sempurna. Perkembangan pengetahuan pada
manusia sangat dipengaruhi oleh perkembangan pengetahuan semasa anak-anak,
berupa bimbingan yang baik oleh orang tua dan lingkungan yang terus akan
terbawa sampai dewasa.Sampai usia 2 tahun, perkembangan kecerdasan sangat
cepat, dari belajar, makan, berbicara dan berjalan. Pada usia 2 – 7 tahun rasa
ingin tahu akan makin besar. Masa remaja merupakan masa pertentangan dengan
dirinya maupun dengan orang dewasa, karena selalu berusaha untuk memposisikan
diri sebagai orang dewasa walaupun secara emosional belum memadai. Selanjutnya,
setelah usia 30 tahun, mulai dapat mengendalikan diri dan mampu menempatkan
diri sebagai individu yang bertanggung jawab.




                                                                      BAB III

                                                                    PENUTUP



3.1  Kesimpulan

 Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia sebagai warga masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan, dia selalu membutuhkan manusia lain. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Dapat dikatakan bahwa sejak lahir, dia sudah disebut sebagai makhluk sosial. Tujuan sosialisasi secara esensial (secara pokok) adalah untuk dapat mengantarkan manusia pada kebutuhan dan tuntutan untuk dapat terus bertahan hidup di bidang fisik maupun sosial budaya





                                                               Daftar Pustaka


http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia
http://boycharotz1st.blogspot.com/2011/10/karakter-manusia-sebagai-mahluk-sosial.html
http://www.bisbening.info/2011/09/akal-manusia.html
http://www.al-alauddin.com/2012/03/perkembangan-fisiksifatdan-pemikiran.html